Memahami Java dari Nol
Apa yang anda pikirkan jika anda mendengar kata java? Tentunya tidak jauh dari sebuah nama pulau besar di selatan Indonesia, yakni Jawa. Tetapi pernahkah anda bertanya bagaimana bisa java menjadi sebuah nama dalam bahasa pemrogamman komputasi? Apakah penemu atau pembuatnya berasal dari pulau Jawa? Atukah bahasa pemrograman ini dibuat di pulau Jawa sendiri?
Itulah deretan pertanyaan penulis ketika dirinya duduk pertama kali dalam kelas Bahasa Pemrograman kemudian mendengar dosennya menyebut salah satu nama yang menjadi terjemahan dari tempat di mana ia tinggal. Jawa yang dikenal dalam masyarakat global sebagai Java.
Semua cerita ini berawal dari laki-laki bernama James Gosling yang berkebangsaan kanada bersama timnya yakni Sun Microsystems. Pada mulanya mereka ingin menamai bahasa ini dengan Oak yang merujuk pada pohon yang tumbuh di depan kantor mereka. Tetapi sayangnya nama itu sudah dipakai oleh perusahaan lain sehingga mereka menariknya kembali.
Ketika kebingungan melanda dan menjadi sebuah hal yang berkabut dalam pemikiran maka seperti pada kebiasaan, mereka berlari kepada minuman berkafein yakni kopi. Ketika lidah mengecap rasa itu, menikmatinya, dan membiarkannya jatuh melewati kerongkongan maka salah satu dari mereka teringat bahwa kopi tersebut berasal dari pulau Jawa. Dan secara langsung, kesadaran mulai memanggil-manggil memori di kepala, di mana kopi itulah yang selalu menemani hari-hari dan perjalanan mereka sampai pada bahasa komputasi itu ditemukan.
Oleh karenanya, mereka memiliki ide untuk menamai bahasa baru penemuan mereka sebagai Java. Mungkin sebagai penghargaan atau ucapan terima kasih kepada bubuk kopi yang mendarat di cangkir mereka haha..
Untuk kali ini penulis mungkin tidak akan berkata banyak mengenai fundamental dari pemrograman secara spesifik karena memang penulisan ini ditujukan bagi mereka yang sudah sedikit banyak mengetahui tentang bahasa pemrograman itu sendiri. Sekaligus dalam hal ini, penulisan dikhususkan untuk menyegarkan pemahaman penulis mengenai alur program yang sudah dipelajari sebelumnya..
Dan untuk selanjut-selanjutnya mungkin akan langsung berlanjut pada kode-kode yang menjadi bahasa cinta antara manusia dan komputer semenjak komputarisasi di publikasikan. Sampai jumpa dalam penulisan berikutnya :))
Selamat berjuang. Selamat berkarya. Tetap sejahtera. Hurrayy !!!

Comments
Post a Comment